SMP Immaculata

Mendampingi anak menjadi versi terbaik dari dirinya (Mengenal Potensi Anak)

Harapan terbesar dari orangtua adalah anak-anak memperoleh keberhasilan dalam hidupnya.  Demikian juga guru dan sekolah berharap siswa-siswanya memperoleh keberhasilan dalam studinya. Harapan tersebut dapat tercapai jika orangtua, guru dan sekolah memahami karakteristik anak/siswa sehingga dapat mendampingi sesuai dengan kecerdasan dan gaya belajar (potensi diri) sehingga minat akan pekerjaan (cita-cita) di masa mendatang dapat ditentukan.

Salah satu indikator kecerdasan lama adalah IQ yang lebih menekankan kecerdasan logika matematika, namun oleh Howard Gardner indikator ini direvisi dengan teori Multiple Intellegence (MI) atau kecerdasan ganda. teori yang dikembangkan Howard Gardner pada 1983 yang menyatakan bahwa manusia memiliki setidaknya delapan hingga sembilan jenis kecerdasan berbeda, seperti linguistik, logika‑matematis, spasial, musikal, kinestetik, interpersonal, intrapersonal, naturalis, dan eksistensial.

Gaya belajar adalah kecenderungan seseorang dalam memilih cara yang paling nyaman untuk menerima dan mengolah informasi.  Menurut DePorter & Hernacki, gaya belajar adalah kombinasi cara menyerap, mengatur, dan mengolah informasi. Sedangkan Keefe mendefinisikannya sebagai karakteristik kognitif, afektif, dan fisiologis yang memengaruhi cara seseorang merespons lingkungan belajar. Model paling umum adalah Visual–Auditori–Kinestetik (VAK) yang diperkenalkan oleh Bobbi DePorter dan Mike Hernacki dalam Quantum Learning (2000), menekankan bahwa memahami gaya belajar membantu meningkatkan kinerja akademik dan komunikasi.

Mengetahui kecerdasan dan gaya belajar yang dimiliki sangat bermanfaat karena:

1) Siswa yang memahami gaya belajarnya dapat merancang strategi belajar yang lebih efektif.  

2) Orang tua yang memahami gaya belajar anak-anaknya dapat menyediakan fasilitas yang tepat.

3) Guru dapat menyesuaikan metode mengajar agar sesuai dengan variasi gaya belajar siswa dan mengakomodasi perbedaan individu.

Terdapat beberapa cara untuk mengetahui gaya belajar dan kecerdasan, antara lain:

  1. Secara manual
 Gaya-kuYaTidakVAK
1Lebih mudah mengingat informasi dalam bentuk gambar, grafik, warna, atau tulisan.     
2Senang membaca dan mencatat.     
3Tertarik pada tampilan visual seperti diagram, mind map, video, ilustrasi, atau slide presentasi.     
4Saat memahami pelajaran, cenderung “membayangkan” alam pikirannya.     
5Lebih cepat paham jika informasi disampaikan secara lisan     
6Senang berdiskusi, mendengarkan penjelasan, atau mendengar suara guru.     
7Mudah mengingat informasi yang didengar seperti lagu, cerita, atau percakapan.     
8Cenderung mengulang informasi dengan cara mengucapkannya.     
9Belajar lebih efektif dengan menyentuh, bergerak, atau melakukan langsung.     
10Suka praktik, eksperimen, atau aktivitas fisik.     
11Mudah bosan jika hanya duduk diam terlalu lama.     
12Sering menggunakan gerakan tangan saat berbicara atau belajar.     
Hasil Asesmen   

Keterangan: Jika menjawab ya no 1 – 5 = V (visual), no 6 – 10 = A (Auditory), no 11 – 15 = K (Kinestetik)

Gaya BelajarHasil asesmenGaya Belajar-ku
Visual / Pengamat  
Auditory / pendengar 
Kinestetik / Praktikal 
  • Aplikasi

Gaya belajar: https://akupintar.id/tes-minat-bakat/gaya-serap-belajar

Kecerdasan Ganda: https://akupintar.id/tes-minat-bakat/area-potensi-cakap/instruksi

Minat akan pekerjaan: https://share.google/KtPKgcuNtrIwQh2yM

Hasil mengerjakan asessmen dari link dapat dituliskan dalam tabel berikut

Gaya BelajarHasil asesmen (%)Gaya Belajar-ku
Visual / Pengamat  
Auditory / pendengar 
Kinestetik / Praktikal 
KecerdasanHasil asesmen (%)Kecerdasan-ku
Logika  
Alam 
Visual 
Refleksi 
Nada 
Verbal 
Fisik 
Relasi 
Minat KarierHasil asesmen (%)Minat Karier-ku
Realistic  
Investigative 
Artisiic 
Sosial 
Enterprising 
Conventional 

Gaya Belajar

Visual (mengandalkan penglihatan): Belajar melalui apa yang dilihat (gambar, diagram, tulisan).

Auditori (mengandalkan pendengaran): Belajar melalui apa yang didengar (penjelasan lisan, diskusi).

Kinestetik (mengandalkan gerakan): Belajar melalui gerakan, sentuhan, dan praktik langsung.

Kecerdasan Ganda

Jenis KecerdasanPenjelasan Singkat
Logika/ Logika‑MatematisKemampuan berpikir logis, analitis, dan memecahkan masalah
Alam/ NaturalisKemampuan mengenali pola alam, flora, fauna
Visual/ Spasial/VisualKemampuan memahami ruang, bentuk, dan visual
Refleksi/ IntrapersonalKemampuan memahami diri sendiri dan mengelola emosi
Nada/ MusikalKepekaan terhadap ritme, melodi, dan nada
Verbal/ LinguistikKemampuan menggunakan bahasa secara efektif
Fisik/ Kinestetik‑JasmaniKemampuan menggunakan tubuh untuk mengekspresikan ide atau menyelesaikan tugas.
Relasi/ InterpersonalKemampuan memahami dan berinteraksi dengan orang lain

Minat Karier (RIASEC)

1. Realistic

Realistic adalah tipe kepribadian yang cenderung suka berkomunikasi dengan dunianya melalui ekspresi artistik, menghindari situasi yang melibatkan hubungan interpersonal. Tipe kepribadian ini berorientasi pada karier, seperti seni dan menulis.

Ciri-ciri kepribadian ini, di antaranya: Kemampuan mekanikal, psikomotor dan atletik yang baik, Jujur, Setia, Suka kegiatan-kegiatan di luar, Lebih suka bekerja dengan mesin, alat-alat, tumbuhan, dan hewan, Lebih menyukai kegiatan-kegiatan yang bersifat fisik, Tidak terlalu suka bersosialisasi, Lebih menyukai kegiatan konkret, Lebih menyukai kesederhanaan, Cenderung memilih karier yang sifatnya praktis, seperti buruh, petani, sopir, truk, dan konstruksi

2. Investigative

Investigative adalah tipe kepribadian yang cenderung berfokus pada konsep dan teori. Individu ini lebih berperan sebagai pemikir daripada pelaksana. Sering menghindari hubungan interpersonal dan lebih cocok dengan karier yang berhubungan dengan sains.

Ciri-ciri kepribadian ini, di antaranya: Kemampuan memecahkan masalah dan analisis yang baik, Cenderung berpikir matematis, Suka mengobservasi, mempelajari dan mengevaluasi, Lebih suka bekerja secara mandiri, Suka memberikan ide atau gagasan, Hati-hati, kritis dan selalu ingin tahu, Bersikap disiplin

Berorientasi tugas

Melakukan segala sesuatu secara sistematis

3. Artistic

Ciri-ciri kepribadian ini adalah: Memiliki pola pikir abstrak, Menyukai estetika (keindahan), Kreatif, suka hal-hal kompleks, emosional, intuitif, dan ideal, Suka bekerja sendiri, Menggeluti bidang musik, akting, menulis, dan melukis, Imajinatif, Tidak menyukai hal-hal yang bersifat konvensional, Tidak suka keteraturan

4. Social

Social adalah tipe kepribadian di mana seseorang mempunyai kemampuan verbal dan komunikasi interpersonal yang baik. Sehingga mereka cocok berkarier yang berkaitan dengan hubungan antarmanusia, seperti pengajar, pekerja sosial, konseling, dan sebagainya.

Ciri-ciri kepribadian ini adalah: Komunikatif, Bersahabat, mudah bersosialisasi, Suka memberi dan membantu, Baik, dan impulsif, Bertanggung jawab, Suka mengerjakan secara berkelompok, Mempunyai toleransi yang cukup baik, Dapat memahami orang lain, Kemampuan verbal dan personal yang baik

5. Enterprising

Enterprising adalah tipe kepribadian di mana seorang cenderung lebih suka berperan sebagai pemimpin. Sehingga tipe ini cocok berkarier di bidang pekerjaan seperti sales, politik, dan manajemen.

Ciri-ciri kepribadian ini, yaitu: Percaya diri, bersikap asertif, Mudah beradaptasi, Ambisius, Memiliki kemampuan komunikasi yang baik, Berjiwa kepemimpinan, Suka mempengaruhi seseorang, Kemampuan interpersonal yang baik, Enerjik, optimis, dan persuasif, Suka mengambil resiko, dan mengambil keputusan secara spontan

6. Conventional

Conventional adalah tipe kepribadian yang menyukai kegiatan yang telah disusun secara terstruktur. Sehingga mereka cenderung menyukai pekerjaan seperti pegawai bank, sekretaris, dan petugas arsip.

Ciri-ciri kepribadian ini, yaitu: Bergantung pada orang lain, Tidak kreatif, Disiplin dan tepat, Memperhatikan hal detail, Efisien, Melaksanakan tugas secara teratur, Kemampuan klerikel dan numerical yang baik, Terorganisir

Contoh hasil Asesmen dengan aplikasi

Tokoh-tokoh dengan kecerdasan-nya

Dengan mengenal potensi anak-anak. Kita dampingi mereka menjadi versi terbaik diri-nya

Disarikan dari Desimenasi “7 Jurus BK hebat” yang diselenggarakan oleh BBGTK DIY oleh M. Dewi Sukmawati (Oktober 2026)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *