YOGYAKARTA – Keluarga besar SMP Maria Immaculata Marsudirini Yogyakarta menerima kunjungan Suster Vera, OSF, selaku Asisten Jenderal OSF dari Roma, Italia, pada Kamis, 15 Oktober 2026. Kunjungan yang didampingi Suster M. Paula, OSF, dan Suster M. Damiana, OSF, ini menjadi momentum istimewa untuk meneguhkan kembali semangat pelayanan, kasih, dan keteladanan yang diwariskan oleh Ibu Magdalena Daemen dan Bapak Fransiskus Assisi dalam kehidupan pendidikan di lingkungan Marsudirini.
Dalam pesannya kepada seluruh keluarga besar sekolah, Suster Vera mengajak agar semangat dan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh Ibu Magdalena Daemen dan Bapak Fransiskus Assisi senantiasa dihidupi dalam keseharian. Semangat tersebut hendaknya tidak berhenti sebagai sejarah atau sekadar identitas lembaga, tetapi sungguh diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata, baik dalam mendidik, belajar, bekerja, maupun membangun relasi dengan sesama. Nilai kasih, kerendahan hati, kepedulian, kesederhanaan, dan pelayanan perlu menjadi landasan dalam membentuk pribadi-pribadi yang berkarakter serta mampu membawa kebaikan bagi lingkungan sekitarnya.
Kunjungan tersebut disambut oleh Kepala SMP Maria Immaculata Marsudirini Yogyakarta, Y. Sigit Prasetyo, S.Pd., M.Pd., bersama Wakil Kepala Sekolah, F. Dody Darmawan, S.Kom, M.M. Seluruh keluarga besar sekolah turut ambil bagian dalam penyambutan yang berlangsung hangat, penuh sukacita, dan mencerminkan semangat persaudaraan.
Acara diawali dengan penampilan tim ansambel siswa yang memainkan lagu Rambadia. Alunan musik tersebut menjadi ungkapan selamat datang sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada para tamu. Suasana semakin meriah ketika siswa peserta ekstrakurikuler paduan suara mempersembahkan lagu Si Patokaan. Kedua penampilan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan di SMP Maria Immaculata tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan bakat, kreativitas, dan apresiasi terhadap budaya.
Seluruh rangkaian acara dipandu oleh dua siswa, Jason Manik dan Agnes Hu, yang bertugas sebagai pembawa acara dalam bahasa Inggris. Penampilan keduanya menjadi bagian dari pembelajaran nyata yang melatih keberanian, keterampilan komunikasi, serta kemampuan berbahasa asing. Kehadiran para siswa dalam berbagai peran juga memperlihatkan keterlibatan aktif peserta didik dalam mendukung kegiatan sekolah.
Setelah acara penyambutan, rombongan diajak berkeliling untuk mengenal lebih dekat lingkungan dan kehidupan pendidikan di SMP Maria Immaculata Marsudirini Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut, Suster Vera, Suster M. Paula, dan Suster M. Damiana melihat beragam hasil karya siswa, antara lain kain batik yang digunakan sebagai seragam siswa dan guru, karya lukis, payung fantasi, lilin hias, serta berbagai produk kreativitas lainnya.
Karya-karya tersebut menjadi bukti bahwa sekolah terus berupaya mengembangkan potensi peserta didik melalui kegiatan pembelajaran dan pengembangan kreativitas. Penggunaan kain batik sebagai seragam juga mencerminkan upaya sekolah dalam menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Indonesia sekaligus membangun identitas dan kebanggaan terhadap hasil karya sendiri.
Rombongan selanjutnya mengunjungi sejumlah ruang dan fasilitas sekolah untuk melihat secara langsung lingkungan yang mendukung proses pembelajaran. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai upaya sekolah dalam menciptakan suasana pendidikan yang mendukung perkembangan pengetahuan, keterampilan, karakter, dan kepribadian peserta didik.
Sebelum meninggalkan sekolah, rombongan menyempatkan diri beristirahat di ruang tamu Kepala Sekolah. Suasana akrab dimanfaatkan untuk melakukan wawan hati atau percakapan dari hati ke hati mengenai situasi dan kondisi sekolah, perkembangan pendidikan saat ini, berbagai tantangan yang dihadapi, serta harapan bagi pengembangan sekolah pada masa mendatang. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, menyampaikan refleksi, dan memperkuat semangat bersama dalam menjalankan perutusan pendidikan.
Kegiatan kunjungan ini dipersiapkan oleh Agnes Erni S., S.Pd., selaku Humas sekolah, bekerja sama dengan FA. Wagiyo dari bagian Sarana dan Prasarana. Berkat koordinasi dan kerja sama seluruh pihak, rangkaian acara berlangsung dengan lancar dan tertib.
Bagi keluarga besar SMP Maria Immaculata Marsudirini Yogyakarta, kunjungan Suster Vera, OSF, beserta rombongan bukan sekadar agenda penerimaan tamu, melainkan kesempatan untuk memperbarui komitmen terhadap nilai-nilai dasar pendidikan Marsudirini. Semangat Ibu Magdalena Daemen dan Bapak Fransiskus Assisi diharapkan terus hidup dalam tindakan sederhana yang nyata: mendidik dengan kasih, melayani dengan tulus, menghargai setiap pribadi, serta membangun persaudaraan dalam keberagaman.
Melalui kunjungan ini, seluruh warga sekolah diajak untuk semakin menyadari bahwa pendidikan merupakan panggilan untuk melayani dan menumbuhkan kehidupan. Dengan berpegang pada warisan spiritual pendiri dan semangat pelayanan, SMP Maria Immaculata Marsudirini Yogyakarta terus melangkah untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk pribadi yang beriman, berkarakter, kreatif, peduli, dan siap menjadi berkat bagi sesama. #YSP
Humas SMP Maria Immaculata Marsudirini Yogyakarta
